Enter 468x60 Ad Code Here

 Powered by Max Banner Ads 

DOA DARI KERANJANG TEMPE…

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang ibu penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai menyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.

“Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi…….deg !! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, ditengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh.

Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku…”

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.

“Keajaiban Tuhan akan datang….pasti, ” yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, “kehendak” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.

“Pasti sekarang telah jadi tempe !” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan… dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, airmata menitik di keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi?

Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar… merasa sendirian. Allah telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan… esok dia pun tak akan dapat makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat. Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.

“Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??” Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe ….”

Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “Jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ….”

“Bagaimana Bu ? Apa ibu menjual tempe setengah jadi ?” tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca ?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi ! “Alhamdulillah! ” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?”

“Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu ?”

Sahabatku, ini kisah yang biasa bukan ? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa…..dan “memaksakan” agar …..Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna..

Wallahu’alam Bishshawaab…..

(dari milis kampung sebelah)
dikutip dari : http://www.facebook.com/group.php?gid=81049338032

Popularity: 2% [?]

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogosphere News
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • MSN Reporter
  • MySpace
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Twitthis
  • Yahoo! Buzz

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Related Posts

Leave a Reply


 Powered by Max Banner Ads 
We will keep You Updated...
Sign up to receive breaking news
as well as receive other site updates!
Sponsors
formulabisnisclickbanksaribisnisrahasiasuksesclickbank
bisnisonlineindonesiahostgatorimbuzzsoftware
Sponsors

Popular Posts

Setting unlimited internet mobinity pada windows 7

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari rekan saya, Bambang Supriyadi yang menawarkan internet unlimited dengan biaya 60 ribu sebulan untuk 80 pendaftar pertama.

Sudah siap Memulai Bisnis Internet ?

banyak orang yang memimpikan ingin mendapatkan penghasilan dari internet. Akhir-akhir ini banyak banget tawaran mendapatkan uang melimpah dari bisnis internet, mungkin in

Jual Ikan dengan Pesawat Cessna

LAUT kita kaya raya. Sungguh itu bukan isapan jempol belaka. Susi Pudjiastuti, juragan ikan asal Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah membuktikannya. Sakin

Lowongan Unilever

Working closely with Unilever Indonesia’s Distributors to achiceve sales target product availability, sales coverage and merchandising in the assigned territory We
MyBlogLog

Tools
Chat with me
Recent Posts

KISAH NYATA SI RESEPSIONIS HOTEL....

Satu Kisah Nyata, yang kadang saya ulang membacanya karena akan meremind kembali semangat kerja…Semoga... 

Sore itu disebuah tempat makan

Seorang pemuda asyik melahap makanan yang terhidang di hadapannya. Sengaja dia memesan masakan kegemarannya.... 

Memanfaatkan efek viral dari facebook

Siapa tidak kenal Facebook. Hampir semua orang mengenalnya, tua, muda, anak-anak, dewasa. Hampir semuanya... 

SMS lebaran

Lebaran telah berlalu,namun ada beberapa yang tertinggal, maksudnya tertinggal di inbox HP, hehehe….Selama... 

TANDA2 ORANG YG BENAR2 MENCINTAI DAN MENYAYANGI KITA...

1.Orang yang mencintai kamu tdk pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu. yang ia tahu... 

Recent Comments
Sementara aku masih belum begitu mendalami SEO, mungkin suatu saat nanti..
Lihat aja di website-nya Bro..DI fiverr kita bisa menjual jasa kita dengan bayaran $5. Selain itu kalau kita butuh jasa kita juga da
blom mudeng gan..... tp pernah denger dari forum
You really make it seem so easy together with your presentation however I find this topic to be actually one thing that I believe I
Kontes SEO Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet, ikutan juga bro? :)
Tag Cloud
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline