<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogging for expression of life &#187; Amerika Serikat</title>
	<atom:link href="http://www.purwanto.net/tag/amerika-serikat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.purwanto.net</link>
	<description>Sharing and learning together. Get the spirit of web enterpreneurship into your life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jan 2011 07:09:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>BELAJAR DARI KANSAS MELAHIRKAN ENTREPRENEUR GLOBAL</title>
		<link>http://www.purwanto.net/belajar-dari-kansas-melahirkan-entrepreneur-global</link>
		<comments>http://www.purwanto.net/belajar-dari-kansas-melahirkan-entrepreneur-global#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 12:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[Gandum]]></category>
		<category><![CDATA[Gemar]]></category>
		<category><![CDATA[Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Inkubator Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Institusi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kansas Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Ktec]]></category>
		<category><![CDATA[Mari Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Mudanya]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains Dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Technology Enterprise Corporation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwanto.net/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kansas merupakan negara bagian di Amerika Serikat yang cukup makmur. Penghasilannya kebanyakan berasal dari peternakan, pertanian terutama gandum dan agrobisnis lainnya. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi Internet, tren pekerjaan mulai bergeser ke arah produk-produk digital yang sering disebut sebagai the new economy. Beberapa negara bagian di AS mengalami perkembangan dahsyat di bidang ini, [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kansas merupakan negara bagian di Amerika Serikat yang cukup makmur. Penghasilannya kebanyakan berasal dari peternakan, pertanian terutama gandum dan agrobisnis lainnya. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi Internet, tren pekerjaan mulai bergeser ke arah produk-produk digital yang sering disebut sebagai the new economy. Beberapa negara bagian di AS mengalami perkembangan dahsyat di bidang ini, yaitu California, Texas, Washington, Pennsylvania, dan New York.</p>
<p>Akibatnya, penduduk usia muda yang gemar dengan perkembangan zaman dan ingin belajar hal baru banyak yang hijrah ke negara-negara bagian tersebut karena dianggap memiliki masa depan cerah.</p>
<p>Melihat perkembangan ini, pemerintah negara bagian Kansas tidak tinggal diam, mereka menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Mereka tidak mau generasi mudanya pindah ke negara bagian lain yang lebih makmur. Karena itu, pemerintah Kansas bekerja sama dengan institusi pendidikan, institusi penelitian, dan pemain bisnis menyikapi hal itu. Solusinya adalah pelatihan entrepreneurship yang dibimbing secara khusus oleh para mentor yang ahli di bidangnya.</p>
<p>Mari kita simak keberadaan the Kansas Technology Enterprise Corporation (KTEC). KTEC adalah kerja sama sektor publik dan swasta yang diselenggarakan oleh negara bagian Kansas untuk menumbuhkan ekonomi berbasis teknologi.</p>
<p>Melalui dukungan dari penelitian-penelitian yang bersifat strategis dan praktik penciptaan perusahaan yang dimentor secara dekat di inkubator bisnis mereka, KTEC merupakan alat yang ampuh bagi negara bagian Kansas untuk menjaring potensi generasi muda mereka. Yang menarik bahkan pemerintahnya menyediakan modal awal secara langsung selama fase awal pendirian perusahaan.</p>
<p>KTEC memilih bidang yang terkait dengan sains dan teknologi untuk dikembangkan karena bidang-bidang ini terbukti mampu menciptakan banyak peluang kerja bagi generasi muda mereka dan dapat dikembangkan menjadi perusahaan berkapital besar.</p>
<p>KTEC Pipeline</p>
<p>KTEC Pipeline adalah program technology entrepreneur fellowship dari KTEC yang disponsori pemerintah, didesain untuk mengidentifikasi entrepreneur di bidang teknologi yang berpotensi untuk dikembangkan.</p>
<p>Mereka dibimbing secara khusus dengan training terbaik serta diberi fasilitas dan mentor terbaik. Dari para entrepreneur inilah lapangan pekerjaan dibuka bagi banyak orang.</p>
<p>Negara bagian Kansas adalah satu-satunya yang secara sistematis mengidentifikasi orang-orang bertalenta di bidang teknologi dan membimbing mereka untuk menjadi pemimpin bisnis masa depan.</p>
<p>Kita dapat belajar kaderisasi yang dilakukan oleh pemerintah Kansas dalam menciptakan perekonomian yang lebih baik. Kelas pembimbingan dilakukan selama setahun dan pada tahun berikutnya dipilih lagi orang-orang baru.</p>
<p>Selama setahun itu mereka diberi pelatihan sesuai dengan bidang mereka dan disediakan anggaran US$20.000 untuk pengembangan bisnis mereka.</p>
<p>Salah satu program bergengsi yang diadakan oleh KTEC Pipeline adalah Innovator of the Year yang terakhir diselenggarakan pada 24 Januari 2009 di Overland Park. Acara itu merupakan titik puncak dari kelas pembimbingan selama setahun.</p>
<p>Para kontestan diberi kesempatan berkompetisi, mempresentasikan hasil kerja selama setahun. Presentasi mereka diuji oleh beberapa juri yang berasal dari lembaga-lembaga ternama, di antaranya dari Ewing Marion Kauffman Foundation, yayasan terbesar di AS yang bergerak di bidang entrepreneurship.</p>
<p>Acara kompetisi diakhiri dengan perhelatan besar yang dihadiri wakil pemerintah, pemimpin bisnis, edukasi, dan riset. Diawali dengan paparan dari wakil setiap stakeholder yang benar-benar membuat kami merasa sedang berada di tengah dunia yang berisi ratusan entrepreneurs.</p>
<p>Semua antusias berbicara tentang dunia usaha dan masa depan ekonomi AS. Pada akhir acara diumumkan pemenang kompetisi Innovator of the Year.</p>
<p>Dampak dari KTEC Pipeline luar biasa, karena selain memajukan perekonomian pemerintah Kansas, kesempatan kerja juga bertambah, generasi muda tidak hijrah ke negara bagian lain yang dianggap lebih bermasa depan cerah.</p>
<p>Para inovator menjadi bersemangat untuk berlomba menciptakan inovasi yang punya nilai komersial. Pada akhirnya program ini menarik perhatian perusahaan pemodalan dan berujung pada penciptaan perusahaan global.</p>
<p>Mereka tidak ragu-ragu untuk memberi arahan dan mengenalkan para pendatang baru ke rekanan yang mereka kenal. Kelihatannya konsep kompetisi bagi mereka lebih ke arah kompetisi untuk menciptakan inovasi terbaik. Tidak ada upaya untuk menghalang-halangi orang lain untuk maju, konsepnya lebih ke kolaborasi daripada kompetisi.</p>
<p>Oleh Trianggoro Wiradinata<br />
(Bisnis Indonesia, tanggal 11 Februari 2009. )</p>
<p>Sumber :<br />
JADI PENGUSAHA ??&#8230; SIAPA TAKUT !</p>
<p>http://www.facebook.com/group.php?gid=82043102516</p>
<img src="http://www.purwanto.net/?ak_action=api_record_view&id=17&type=feed" alt=" BELAJAR DARI KANSAS MELAHIRKAN ENTREPRENEUR GLOBAL"  title="BELAJAR DARI KANSAS MELAHIRKAN ENTREPRENEUR GLOBAL" />

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwanto.net/belajar-dari-kansas-melahirkan-entrepreneur-global/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jual Ikan dengan Pesawat Cessna</title>
		<link>http://www.purwanto.net/jual-ikan-dengan-pesawat-cessna</link>
		<comments>http://www.purwanto.net/jual-ikan-dengan-pesawat-cessna#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 11:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Soekarno Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Cessna Grand Caravan]]></category>
		<category><![CDATA[Daging Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Caravan]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<category><![CDATA[Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Saking]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Gila]]></category>
		<category><![CDATA[Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<category><![CDATA[Udang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwanto.net/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[LAUT kita kaya raya. Sungguh itu bukan isapan jempol belaka. Susi Pudjiastuti, juragan ikan asal Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah membuktikannya. Saking kewalahan memenuhi pasar, Susi sampai-sampai perlu membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan buatan Amerika Serikat. Pesawat yang mulai beroperasi Desember 2004 ini untuk membawa ikan, lobster, dan hasil laut lainnya langsung dari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LAUT kita kaya raya. Sungguh itu bukan isapan jempol belaka. Susi Pudjiastuti, juragan ikan asal Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah membuktikannya.</p>
<p>Saking kewalahan memenuhi pasar, Susi sampai-sampai perlu membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan buatan Amerika Serikat. Pesawat yang mulai beroperasi Desember 2004 ini untuk membawa ikan, lobster, dan hasil laut lainnya langsung dari nelayan di kawasan selatan Pulau Jawa.</p>
<p>Menurut rencana, satu pesawat akan digunakan mengangkut hasil nelayan ke pabrik pemrosesan dan pengepakan di Pangandaran. Sedang satu lagi menerbangkannya ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selanjutnya dikirim ke negara-negara tujuan seperi Asia, Eropa, dan Jepang serta Australia. &#8220;Sekarang ekspor hasil laut tidak lagi terkendala oleh lamanya waktu pengangkutan melalui kontainer,&#8221; kata Susi.</p>
<p>Susi mengaku membeli pesawat untuk mengimbangi volume ekspor perusahaannya yang terus meningkat. Saat ini setiap bulan perusahaannya mampu menjual hasil laut ke beberapa negara di Asia, Eropa, dan Amerika, antara 50-60 ton. Bahkan sejak merebaknya isu daging sapi gila dan flu burung di dunia terutama di Asia, ekspor udang dan ikan naik sampai 80 ton per bulan.</p>
<p>Pengoperasian pesawat itu diharapkan meningkatkan omzet PT ASI Pudjiastuti dari US$ 2 juta menjadi US$5 juta pertahun. Menurut ibu tiga anak ini, kalau ikan dan udang segar sampai ke Jepang kurang dari 24 jam, maka perbedaan harganya bisa 50%. Misalnya, ikan laut yang biasanya US$ 3 per kilogram, kalau tiba kurang dari sehari semalam, harganya bisa menjadi US$ 8 per kilogram.</p>
<p>Tentu itu akan membuat Susi terus berkibar. Dalam lima tahun mendatang dia berencana membeli delapan buah lagi pesawat caravan. Lima pesawat rencananya akan dioperasikan di pulau Jawa, dua pesawat di Sumatera, tiga pesawat di Indonesia Bagian Timur. Bahkan Susi juga sudah berencana membeli kapal feri eks Belgia yang akan dijadikan pabrik terapung.</p>
<p>Pabrik tersebut dirancang mengolah hasil laut dari pulau sekitarnya dan langsung diekspor ke Darwin, Australia. &#8220;Kita dianugerahi hasil laut yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya,&#8221; kata Susi.<br />
Susi tak asal omong. Tiap hari, berton-ton hasil laut diolah di pabriknya. Sekitar 95% hasil produksinya diekspor ke Hong Kong, Jepang, dan beberapa negara Eropa. Komoditas utamanya lobster, udang, kakap, dan tuna.</p>
<p>Dia memang kenyang pengalaman. Sejak kecil dia memang tinggal di Pangandaran. Baru saat SMA dia bersekolah di Yogyakarta. Itu pun tak sampai tamat. Ia malah ingin mandiri. Berbekal uang Rp 750 hasil tabungannya, tahun 1983 Susi mulai berusaha menjadi pengepul ikan. &#8220;Mula-mula saya baru sanggup beli 1 kg, tapi makin hari makin bertambah,&#8221; kata Susi. Perjalanan hidup kemudian mengantarnya ke Cirebon dan Sumatera.</p>
<p>Pengalaman bertahun-tahun menjadi pengepul ikan membuat Susi kesal dengan pabrik yang suka memainkan harga. Dia lalu bertekad mengekspor sendiri hasil lautnya. Tahun 1996 ia kemudian mendirikan PT ASI Pudjiastuti.</p>
<p>Diatas tanah dua hektar warisan orang tuanya, Susi membangun pabrik pengolahan ikan. Hasil produksinya disukai karena pabriknya ramah lingkungan. Dia sama sekali tak menggunakan bahan pengawet. &#8220;Dari segi rasa dan kesehatan hasilnya lebih oke,&#8221; kata Susi.</p>
<p>Pabriknya juga menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Untuk pendingin, misalnya, dia memilih menggunakan amoniak ketimbang freon yang bisa merusak ozon. Selain itu, pabriknya juga tak menghasilkan limbah. &#8220;Semua sampah disini bisa dimanfaatkan kembali. Kulit udang atau ikan bisa dijadikan pakan ternak,&#8221; kata Susi.</p>
<p>Saat krisis ekonomi melanda, Susi malah makin berjaya. Maklum, hasil produknya dibayar dengan dolar. Maka dia bisa membangun pabrik kedua seharga Rp 35 milyar. Kapasitas pabrik ini setiap harinya bisa memproses dan menyimpan stok ikan maupun udang sampai 15 hingga 20 ton per hari. Teknologi yang digunakan semuanya termodern. Sehingga bisa disebut pabriknya ini merupakan perusahaan perikanan termodern di Indonesia.</p>
<p>Teknologi baru yang digunakan antara lain, tujuh myocon 700 Hp. Lalu, ice flate kapasitas 13 ton per hari, contact plate dari Denmark dengan kapasitas 450 kg per jam, blast freezer kapasitas 1.000 kg per tiga jam. Adventec tunbel untuk 500 kg per jam dari Swedia, water chiller, AC centralized seluruh ruangan anteroom, dan lainnya. Semuanya untuk memproses agar ikan, udang, dan lobster yang akan dikirim ke luar tetap segar. Selain itu, waktu proses pengolahan juga makin cepat.</p>
<p>Boleh jadi, kunci sukses yang dicapainya itu berkat kesadaran bahwa apa yang didapatnya itu adalah amanah. &#8220;Karena itu, meski ini bisnis, saya selalu berusaha tak pernah melupakan kepedulian sosial,&#8221; katanya.</p>
<p>Susi tidak serakah meraup untung. Misalnya, ikan kakap. Ikan itu diambil dagingnya saja untuk dijadikan fillet. Kepalanya yang masih banyak daging itu dijualnya ke penduduk sekitar dengan harga hanya Rp 750 perkilo. Padahal, bisa saja kepala ikan itu dijual ke restoran di Jakarta dengan harga 10 kali lipat.</p>
<p>Susi mengaku tak keberatan membagi pengalamannya kepada nelayan lain. Namun dia mematok persyaratan ketat. &#8220;Saya hanya akan mengeksplorasi hasil laut yang berwawasan lingkungan,&#8221; katanya. Bahkan kepada pemerintah daerah sekalipun. Dia, misalnya, sempat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Maluku Tenggara Barat untuk mengembangkan hasil laut di sana. &#8220;Perairan Maluku itu luar biasa. Seperti kolam ikan saja,&#8221; ceritanya.</p>
<p>Menurutnya, sudah saatnya pemerintah lebih serius menggarap kelautan. Misalnya dengan memberi bantuan pembelian kapal dan kelengkapan alat tangkap bagi para nelayan. Selain itu, pemerintah juga mesti membangun pelabuhan besar yang bisa menarik kapal agar bisa berlabuh. Dengan demikian akan memberikan kontribusi besar buat pembangunan daerah. Baik dari retribusi lelang ikan maupun banyaknya kapal yang masuk ke pelabuhan.</p>
<p>Laut kita memang bisa membuat orang kaya raya.</p>
<p>Sumber :<br />
JADI PENGUSAHA ??&#8230; SIAPA TAKUT !</p>
<p>http://www.facebook.com/group.php?gid=82043102516</p>
<img src="http://www.purwanto.net/?ak_action=api_record_view&id=14&type=feed" alt=" Jual Ikan dengan Pesawat Cessna"  title="Jual Ikan dengan Pesawat Cessna" />

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwanto.net/jual-ikan-dengan-pesawat-cessna/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

