<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blogging for expression of life &#187; Sambil</title>
	<atom:link href="http://www.purwanto.net/tag/sambil/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.purwanto.net</link>
	<description>Sharing and learning together. Get the spirit of web enterpreneurship into your life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jan 2011 07:09:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>EVA, KERUPUK KELEMPANG BEROMZET PULUHAN JUTA RUPIAH&#8230;</title>
		<link>http://www.purwanto.net/eva-kerupuk-kelempang-beromzet-puluhan-juta-rupiah</link>
		<comments>http://www.purwanto.net/eva-kerupuk-kelempang-beromzet-puluhan-juta-rupiah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bumbu]]></category>
		<category><![CDATA[Cupet]]></category>
		<category><![CDATA[Duit]]></category>
		<category><![CDATA[Eva]]></category>
		<category><![CDATA[Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Masing]]></category>
		<category><![CDATA[Mekar]]></category>
		<category><![CDATA[Membara]]></category>
		<category><![CDATA[Minim]]></category>
		<category><![CDATA[Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Persen]]></category>
		<category><![CDATA[Rp 200]]></category>
		<category><![CDATA[Sambal]]></category>
		<category><![CDATA[Sambil]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Sering]]></category>
		<category><![CDATA[Sulit]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwanto.net/eva-kerupuk-kelempang-beromzet-puluhan-juta-rupiah</guid>
		<description><![CDATA[Modal sering menjadi momok menakutkan bagi seseorang yang hendak memulai usaha. Niat membuka usaha kerap luntur duluan karena modal cupet. Tapi, itu tak berlaku bagi Eva Yunus di Palembang. Bermodal Rp 200.000, Eva mampu mengembangkan usaha kerupuk kelempang, sering juga disebut kempelang, bermerek Eva Yunus. Usaha keras dan semangat membara membuat usahanya mekar. Kini bisnis [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Modal sering menjadi momok menakutkan bagi seseorang yang hendak memulai usaha. Niat membuka usaha kerap luntur duluan karena modal cupet.</p>
<p>Tapi, itu tak berlaku bagi Eva Yunus di Palembang. Bermodal Rp 200.000, Eva mampu mengembangkan usaha kerupuk kelempang, sering juga disebut kempelang, bermerek Eva Yunus.</p>
<p>Usaha keras dan semangat membara membuat usahanya mekar. Kini bisnis kerupuk kelempangnya mampu membawa omzet Rp 35 juta per bulan. Berarti, dalam setahun dia bisa mencatat omzet Rp 420 juta. Gurih kan?</p>
<p>Ketertarikan Eva untuk mulai berbisnis sebenarnya datang dari tekanan ekonomi yang mengimpit kehidupannya. Sebagai guru, gaji suami Eva tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Dari situ saya menguatkan tekad menambah penghasilan,” ujar Eva yang mulai usaha sejak 1998.</p>
<p>Pilihannya jatuh pada usaha kerupuk. Selain modalnya tak besar, dalam hitungan Eva, keuntungannya lumayan. “Bisa sekitar 20 persen dari omzet,” ujar Eva. Ilmu perkerupukan dia pelajari dari orangtuanya yang pernah berbisnis pembuatan kerupuk kelempang.</p>
<p>Tanpa pikir panjang, Eva membeli semua peralatan pembuatan kerupuk milik orangtuanya yang sudah menganggur itu. Setelah itu, Eva membeli bahan-bahan pembuat kerupuk seperti tepung, ikan, dan bumbu. Namun, dengan modal yang minim, duit Eva tak cukup.</p>
<p>Upaya meminjam dari kerabat mustahil sulit lantaran mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga masing-masing. Makanya, Eva meminta suaminya meminjam uang dari koperasi. Untuk melunasinya, gaji bulanan sang suami harus kena potong. “Tak mengapa, yang penting bisa usaha,” ujar Eva mengenang.</p>
<p>Namun memasarkan kerupuk kelempang hasil bikinannya ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Maklum, banyak pemain kerupuk kelempang di Palembang. Tapi Eva tak menyerah. Dia tahu persis kerupuk kelempang adalah kudapan paling dicari oleh warga Palembang maupun pelancong. “Mencocol kerupuk ke sambal sambil nonton TV,” ujar dia.</p>
<p>Makanya, sasaran utama Eva adalah para tetangga dan sanak famili. Untuk itu, Eva menggelar dagangannya di emperan rumahnya sebagai etalase.</p>
<p>Agar berbeda dengan kerupuk kelempang lain, Eva mendongkrak kualitas rasa kerupuk bikinannya. Komposisi bahan ikan gabus dan tenggiri dia bikin lebih dominan ketimbang tepung. Perbandingannya, 1 kg ikan hanya menghasilkan 4 kg kerupuk mentah. “Dengan begitu, rasa ikan akan lebih terasa,” ujar Eva. Soal campuran bumbu, Eva enggan berbagi lantaran resep ini rahasia keluarga.</p>
<p>Tak puas hanya menjual kerupuk ke tetangga dan saudara-saudara, Eva berharap bisa menjual produknya lebih luas. Celakanya, dia tak punya modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya.</p>
<p>Terpikir olehnya untuk berpromosi secara besar-besaran. Namun, kendalanya, dia tak punya modal. Padahal, dari promosi Eva yakin bisa mengembangkan usaha.</p>
<p>Eva pun menawarkan kerupuk kelempangnya ke acara-acara arisan, sunatan, hingga perkawinan. Tentu tak lupa dia menawarkan dagangannya ke toko-toko. “Dari situ, pesanan kepada saya mulai mengalir hingga sekarang,” ujar Eva.</p>
<p>Kini Eva hanya menjajakan kerupuk bikinannya di rumah, persisnya di Jalan KH A Azhari Lr Anten-Anten No 557 RT 165, Ulu Laut, Palembang. Rumahnya yang persis berada di pinggir jalan besar menjadi toko sekaligus pabrik kerupuk.</p>
<p>Dalam menjalankan usahanya, Eva mengaku tak banyak menarik untung. Baginya, kerupuk Eva Yunus jadi terkenal saja sudah cukup membuatnya senang. “Jika banyak pembeli datang, usaha saya terus berputar kan?” ujar Eva kalem.</p>
<p>Eva yakin, jika banyak konsumen mengenal dan mencicipi produknya, pasti sebagian di antaranya akan kembali datang. “Kualitas produk nomor satu untuk menarik pelanggan datang kembali,” ujar dia yakin.</p>
<p>Rajin berinovasi</p>
<p>Eva sadar betul, banyak pemain kerupuk kelempang sekarang ini. Namun, itu tak membuat dirinya patah arang menggeluti usaha ini. Selain tetap menjaga kualitas, Eva juga melakukan inovasi. Salah satunya dengan membuat kerupuk dalam bentuk kotak dan lonjong. Dengan varian bentuk seperti itu, Eva mengaku tak berani menambah harga jual. “Harga tetap sama meski bentuk beda,” ujar Eva berpromosi.</p>
<p>Yang membedakan harga hanya cara membuatnya. Kerupuk kelempang bakar lebih mahal lantaran saat pemanggangan kerupuk menjadi susut. “Kerupuk yang semula sekilo menjadi 8 ons,” ujar dia.</p>
<p>Eva juga menambah varian kerupuknya dengan menyediakan kerupuk tanjung. “Ini kerupuk langka dan hanya ada di saat pesta,” ujar Eva. Dia berani mengklaim bahwa hanya dirinya yang menjual kerupuk tanjung ini di Palembang.</p>
<p>Lalu lalang kendaraan yang berhenti di rumah Eva rupanya menarik minat PT Pupuk Sriwidjaya untuk menjadikannya sebagai mitra binaan. Gayung bersambut lantaran Eva juga berniat mengembangkan usahanya.</p>
<p>Pada 2003 Eva pun mengajukan proposal pinjaman ke Pusri. “Tak banyak, hanya Rp 9 juta,” tutur dia. Pinjaman berbunga 6 persen dengan masa pinjaman tiga tahun itu dia ambil untuk menambah jumlah pegawai.</p>
<p>Belum sampai pinjaman itu jatuh tempo, Eva sudah melunasinya. Lantaran itu pula, Pusri, sebutan populer BUMN penghasil pupuk itu, kembali memberikan persetujuan atas proposal pinjaman yang kedua. Kali itu Eva berani mengajukan kredit senilai Rp 20 juta untuk mengembangkan pabrik.</p>
<p>Seiring hubungan baik dengan Pusri, Eva kerap diajak mengikuti berbagai kegiatan pameran. Lewat pameran ini pula pesanan tak henti-hentinya mengalir kepadanya. Makanya, Eva kembali meminta tambahan modal ke Pusri. Nilainya sudah jauh meningkat, menjadi Rp 40 juta.</p>
<p>Tapi, Pusri pasang syarat: Eva harus membina para nelayan sebagai plasma. Nelayan yang dimaksud adalah para pemasok ikan tengiri dan gabus. Eva tak menganggap persyaratan itu sebagai persoalan. Dengan cara ini, dia justru merasa beruntung karena tak perlu lagi bersusah payah mencari bahan baku utama produksi kerupuknya.</p>
<p>Cuma, Eva juga tak asal main borong dagangan para plasmanya. Dia mematok persyaratan ketat bagi para nelayan binaannya. Hanya ikan-ikan segar yang dia terima sebagai bahan kerupuk kelempangnya. “Saya tak segan menolak jika ikan dari nelayan ternyata berkualitas jelek,” tandas Eva. Dengan cara ini, Eva tetap bisa menjaga kualitas dagangannya.</p>
<p>(Sumber : Kompas) </p>
<img src="http://www.purwanto.net/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt=" EVA, KERUPUK KELEMPANG BEROMZET PULUHAN JUTA RUPIAH..."  title="EVA, KERUPUK KELEMPANG BEROMZET PULUHAN JUTA RUPIAH..." />

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwanto.net/eva-kerupuk-kelempang-beromzet-puluhan-juta-rupiah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://www.purwanto.net/cinta-sejati</link>
		<comments>http://www.purwanto.net/cinta-sejati#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 12:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantic]]></category>
		<category><![CDATA[Ada]]></category>
		<category><![CDATA[Akan]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Atas]]></category>
		<category><![CDATA[Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Itu]]></category>
		<category><![CDATA[Cintamu]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Entah]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lupa]]></category>
		<category><![CDATA[Masih]]></category>
		<category><![CDATA[Menang]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Saat]]></category>
		<category><![CDATA[Sambil]]></category>
		<category><![CDATA[Tapi]]></category>
		<category><![CDATA[Tegar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.purwanto.net/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Aku dapat ini dari sebuah blog. Kayaknya bisa dihayati untuk kita-kita semua. Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ? Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ? Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ? Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ? Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku dapat ini dari sebuah blog. Kayaknya bisa dihayati untuk kita-kita semua.</p>
<p>Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?<br />
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat</p>
<p>Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan<br />
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan<br />
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia<br />
melainkan awal dari kehidupan yang baru</p>
<p>Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis<br />
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti<br />
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba</p>
<p>Karena merekalah yang bisa menghargai<br />
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka</p>
<p>Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli<br />
terhadapnya<br />
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya<br />
dengan setia<br />
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih<br />
bisa tersenyum<br />
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”</p>
<p>Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu<br />
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam<br />
bebas lagi<br />
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..<br />
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..</p>
<p>Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal<br />
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh<br />
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,<br />
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan<br />
menyadari<br />
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu<br />
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah<br />
kau buat<br />
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu</p>
<p>Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”<br />
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”<br />
Tunggu sebentar ”<br />
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu<br />
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”</p>
<p>Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,<br />
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,<br />
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,<br />
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu<br />
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air<br />
mata</p>
<p>Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati<br />
daripada air mata yang keluar dari mata kita<br />
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,<br />
Sementara air mata yang tersembunyi,<br />
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu<br />
yang bekasnya tidak akan pernah hilang</p>
<p>Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,<br />
Tetapi ketika cinta itu tulus…<br />
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,<br />
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia<br />
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang<br />
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…</p>
<p>Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang<br />
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita<br />
Atau karena ia tidak mempedulikan kita<br />
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu<br />
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya<br />
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,<br />
Jangan dengan mudah kita melepaskannya<br />
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !<br />
Itulah cinta yang sejati..<br />
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”</p>
<p>Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan<br />
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”<br />
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai<br />
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”</p>
<p>Lebih baik menunggu orang yang tepat<br />
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat<br />
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”<br />
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat</p>
<p>Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling<br />
menyakiti hatimu<br />
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya<br />
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari</p>
<p>Ucapan yang keluar dari mulut seseorang<br />
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya<br />
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar<br />
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana</p>
<p>Ucapan yang keluar dari mulut seseorang<br />
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati<br />
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita<br />
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri</p>
<p>Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..<br />
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu<br />
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu<br />
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana</p>
<img src="http://www.purwanto.net/?ak_action=api_record_view&id=28&type=feed" alt=" Cinta Sejati"  title="Cinta Sejati" />

<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.purwanto.net/cinta-sejati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

